Bermula dari performa Suzuki Satria FU keluaran 2006 kesayangan terasa mulai ngedrop, Andri A.S warga Duren Sawit, Jaktim memutuskan untuk sekalian dongkrak kemampuan dapur pacunya. Gak tanggung-tanggung, trik bore up dan stroke -up dipilih. Bisa ditiru nih...
MotoBike - “Tadinya cuma mau servis besar saja, tapi tanggung setelah lihat ring pistonnya aus. Dari pada cuma ganti ring, sekalian aja dibore-up biar tenaganya makin besar dan lebih responsif,” beber pria yang tergabung dalam SSFC (Suzuki Satria F 150 Club) ini.
Hal itu diakui Aldhie, bos bengkel Bike Rider Shop (BRS) yang menangani tunggangan berkapasitas ruang bakar 150 cc ini. “Indikasi ring piston aus, keluar asap warna putih dari lubang knalpot. Ini akibat oli mesin ikut terbakar. Selain itu, kompresi kurang padet dan tenaga mulai loyo,” yakin Aldhie.
Untuk atasi hal itu, tuner yang ngepos di Jl. Swakarsa I No.6, Kapin, Kalimalang, Jaktim ini menjejalkan piston berlabel Kawasaki Boss overSize 300 (total 68 mm) ke blok barunya. Diameter pen piston sama, yakni 16 mm.
“Biar tenaga dan torsi mesin bisa lebih gede lagi, sroke digeser 2,5 mm (atas bawah jadi 5 mm). Total stroke jadi 53,8 mm,” ujar Aldhie. Alhasil kapasitas silindernya kini jadi 195 cc.
Meski sudah naik stroke, tapi bapak 4 anak ini enggak menambah paking blok terlalu tebal. “Cuma tambah paking kertas (standar) setebal 1 mm saja. Lalu agar piston tak terlalu nongol, di-custom,” imbuh tuner yang banyak orderan oprek Suzuki ini.
Berhubung volume ruang bakar meningkat, otomatis butuh suplai BBM yang lebih banyak agar pembakaran lebih optimal. Penyesuaiannya, aplikasi karburator PE 28 Sudco dengan paduan spuyer 110/38. “Ditambah dengan porting polish lubang in dan exhaust setebal 1 mm,” tambah Andri.
Tak ketinggalan, guna mendapat pembakaran gas dengan optimal di ruang bakar, Aldhie aplikasi otak pengapian Rextor adjustable yang dipadu koil Kawasaki Ninja KRR. “Selain percikan apinya lebih besar, tarikan atas lebih enak dan nafas jadi panjang kalau pakai CDI ini,” aku Andri.
Terakhir, supaya peredaran gas buang lebih lancar serta enggak nahan di putaran atas maupun bawah, Aldhie menjejalkan knalpot DBS. “Hehehe.. padahal awalnya cuma gara-gara ring seher aus. Eh, malah jadinya makin ngacir gini larinya,” kekeh Andri yang hanya mengeluarkan kocek Rp 1 juta untuk biaya stroke-up plus bore-up-nya saja, termasuk sama pistonnya.